Untuk UAS Editing Produksi Isi Media

Dibawah ini terdapat berita lempang, tulisan feature dan beberapa foto, serta link YouTube mengenai era new normal.


            POLEMIK MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN NEW NORMAL (lempang)

BOGOR-Pemberlakuan new normal oleh pemerintah setelah beberapa bulan dilaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai menciptakan polemik di masyarakat. Pasalnya kasus positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat sedang pertumbuhan ekonomi semakin menurun. Seorang warga asal Bogor, Muhammad Ridwan (23) mengaku khawatir karena pemberlakuan new normal dirasa belum efektif dan malah menambah jumlah kasus positif. “Yang saya khawatirkan adalah jumlah kasus Covid-19 malah semakin meningkat setelah diberlakukan kebijakan new normal. Menurut saya penerapan new normal belum efektif walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa roda ekonomi harus terus berputar,” kata Ridwan, Minggu (21/6). Ia mengatakan bahwa setidaknya pemerintah perlu mengkaji kembali kebijakan new normal agar lebih efektif menekan kasus Covid-19. “Setelah melihat kondisi seperti saat ini seharusnya pemerintah mengkaji ulang kebijakan new normal agar dapat lebih efektif menekan kasus Covid-19 selagi memikirkan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya. Berbeda dengan Ridwan, Dhea Fajar (24) yang merupakan pemilik usaha laundry pakaian menanggapi new normal sudah cukup baik mengingat pertumbuhan ekonomi di Indonesia perlu peningkatan. “Memang jika dilihat dari sektor jumlah kasus malah semakin meningkat, tetapi pemerintah pasti memperhatikan sektor ekonomi karena pertumbuhan ekonomi saat ini dibawah angka 5% jadi menurut saya sudah cukup tepat keputusan pemerintah untuk menerapkan new normal,” katanya. Ia menjelaskan bahwa sesungguhnya jika kita tetap mematuhi protokol kesehatan seharusnya jumlah kasus tidak meningkat seperti saat ini. “Seharusnya jumlah kasus tidak separah saat ini jika masyarakat yang mulai melakukan aktifitas menerapkan protokol kesehatan, saya sebagai pemilik laundry pun menerapkan protokol kesehatan terhadap para pegawai,” pungkasnya. Sedang menurut Muhammad Taufik (24) yang merupakan pengemudi taksi online mengatakan bahwa penerapan new normal diperlukan untuk tetap menjaga pendapatan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah akan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Saya harus tetap menafkahi istri saya, jika kebijakan ini tidak diterapkan bagaimana nasib orang – orang yg berada di kelas ekonomi seperti saya. Selagi mulai bekerja kembali, protokol kesehatan harus tetap diperhatikan, karena bukan hanya kebutuhan akan ekonomi tetapi kebutuhan akan kesehatan juga diperlukan,” ujarnya.


              Pengandara Harus Membawa Benda ini Saat Di New Normal (feature)

Saat ini sejumlah wilayah sudah menerapkan fase masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke new normal beberapa sektor usaha dan jasa pun sudah mulai kembali beroperasi. Tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadinya dalam melakukan berbagai kegiatan guna mencegah peryebaran wabah pandemi virus Covid-19. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pengemudi saat berkendara di masa transisi new normal Dokter Rumah Sait Pertamina Bina Medika Daniel Bramantya mengatakan, dalam menghadapi masa transisi PSBB seperti ini sebaiknya para pengemudi selalu siaga untuk melindungi dirinya dari virus Covid-19. Salah satunya dengan cara mangambil langkah protokol kesehatan dan sering membawa sarung tangan plastik ataupun akan lebih baiknya yanga plastik langkah ini mengantisipasi untuk penyebaran Covid-19 "Benda ini akan berguna ketika pengemudi ingin memberikan uang parkir kepada petugas, atau transaksi apapun yang tidakbisa menggunakan non tunai misal, bayar pakir di mirimarket.jadi setelah digunakan bisa langsung buang,"kata Daniel dilansir Kompas.com. setelah,itu dokter Daniel menganjurkan para pengemudi wajib untuk selalu membawa handsanitizer dan tisu antiseptik food grade. "Jika tidak bisa membawa sarung tangan, pengemudi bisa langsung menyemprot tangan dan uang dengan handsanitezer setelah melakukaan interaksi dengan orang lain atau menyentuh permukaan benda asing," pungkasnya. "Sedangkan, tisu antiseptik berguna untuk membersihkan tangan terutama sebelum makan sebab di mobil akan sulit untuk cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun". "tisu antiseptik yang digunakan memang sebaiknya yang sudah food grade yang formulanya sudah dipastikan aman untuk tangan dan mulut Sebab ada beberapa tisu antiseptik yang kandungannya tidak aman jika langsung masuk kedalam mulut" pungkas dokter Daniel. Terakhir Daniel mengingatkan. pengemudi tidak lupa membawa masker cadangan untuk berjaga-jaga jika masker yang digunakan hilang atau kotor.


https://youtu.be/Dli5YIQku-E


Riski, penjual ikan lele (31)

Yogi, penjual ikan mas (39)

Ijah, pedagang buah (58)

Komentar